Anggota DPR RI Nurhadi Ajak Warga Harus Cerdas Pilih Obat Tradisional Aman

Anggota DPR RI Nurhadi Ajak Warga Harus Cerdas Pilih Obat Tradisional Aman

KEDIRI - Menjelang hari raya Idul Fitri 1443 H, Anggota Komisi IX DPR RI dari Partai NasDem Dapil Jawa Timur VI, Nurhadi, SPd, melakukan pembelajaran dan sosialisasi terkait cara milih obat yang baik di berbagai pasaran.

Sosialisasi ini dilaksanakan bersama Direktorat Pengawasan Obat Tradisional dan Suplemen Kesehatan Badan POM, di Gedung Serba Guna Graha Abdi Praja Kelurahan Setonopande, Kecamatan Kota Kediri, Jawa Timur, Jum’at, 15 April 2022.

Hadir dalam sosialisasi ini di antaranya, Kepala Loka POM Kediri Joni Edrus Setiawan, BPOM RI P.Better Ridder, Wakil Ketua Komisi A DPRD Kota Kediri Choirudin Mustofa dan Kepala Kelurahan Setonopande, Widyapurna Nur Huda.

Menurut anggota DPR RI Partai NasDem Q1 yang akrab disapa Panglima Nurhadi, kegiatan sosialisasi ini merupakan program kemitraan Komisi IX DPR RI dengan BPOM, yang membidangi pengawasan obat dan makanan.

"Dengan adanya sosialisasi ini, diharapkan para pengusaha obat tradisional lebih memahami segala aturan dan prosedur pengurusan perijinan BPOM. Selain itu, warga masyarakat juga lebih faham untuk memilih obat yang baik atau tidak dikonsumsi, " katanya.

Panglima Nurhadi juga menjelaskan, pada esensinya jamu tradisional itu tidak bisa membawa dampak secara langsung atau instan, karena secara empiris bagus untuk jangka panjang. Karena herbal itu sebenarnya merupakan makanan bagi tubuh.

"Intinya, kalau minum jamu, kemudian badannya langsung terasa enteng (ringan, red) atau berkeringat, itu harus berhati-hati. Karena bisa jadi ada campurannya bahan kimia. Karena kerja herbal itu sebenarnya tidak langsung berefek, akan terasa dampaknya setelah mengkonsumsi beberapa hari berikutnya, " jelasnya.

Anggota DPR RI Komisi IX ini juga berpesan kepada warga masyarakat untuk tidak sembarangan mengkonsumsi jamu atau obat tradisional, karena harus diperhatikan dan dicek dahulu mengenai kemasan, lebel, izin edar, maupun kadaluwarsanya.

"Kalau jamu tradisionalnya berupa PIRT, itu sah-sah saja kalau kita mengetahui produsennya. Seperti halnya jamu gendong, itu tidak perlu izin BPOM, karena produknya mungkin hanya dua hari atau satu hari langsung habis. Dan sebenarnya kalau ingin lebih aman lagi, ya kita marut bahan sendiri dan dikonsumsi sendiri, " ulasnya.

Lebih lanjut Nurhadi menjelaskan, sedangkan jamu atau obat tradisional yang dijual di pasaran hingga satu minggu lebih, apalagi melalui penjualan online, maka harus ada izinnya dari BPOM. Kalau obat tradisional nama ijinnya TR, dan untuk makanan MD. Jadi produk yang dijual harus ada kode TR atau MD di kemasannya.

"Untuk mengetahui TR atau MD nya itu asli apa tidak, kita bisa mengecek di website nya BPOM. Disitu kita bisa mengetahui keasliannya atau tidaknya. Maka dari itu, masyarakat harus lebih pintar dan cerdas untuk memilih jamu atau obat tradisional yang akan dikonsumsi. Sehingga masyarakat bisa menjadi lebih sehat. Kalau masyarakat sehat, maka negara akan kuat, " urainya.

Nurhadi juga berpesan kepada masyarakat atau para pengusaha supaya tidak takut untuk memproduksi jamu dan obat tradisional, tetapi harus mengikuti prosedur dari Badan POM. Karena regulasi pengurusan izin di BPOM itu sangat mudah sekali.

KEDIRI
Prijo Atmodjo

Prijo Atmodjo

Artikel Sebelumnya

Pelaku UKM Binaan Dinkop UMTK Kota Kediri...

Artikel Berikutnya

Komunitas Milenial Kab Kediri Atas Nama...

Berita terkait

Peringkat

Profle

Syafruddin Adi

Achmad Sarjono

Achmad Sarjono verified

Postingan Bulan ini: 238

Postingan Tahun ini: 1967

Registered: Jul 16, 2020

Afrizal

Afrizal verified

Postingan Bulan ini: 230

Postingan Tahun ini: 1245

Registered: May 24, 2021

Maskuri

Maskuri

Postingan Bulan ini: 125

Postingan Tahun ini: 229

Registered: Mar 10, 2022

Basory

Basory

Postingan Bulan ini: 120

Postingan Tahun ini: 542

Registered: Oct 11, 2021

Profle

Agung widodo

Prajurit TNI Kodim Klaten dan Warga Nanggulan Turunkan Material Dengan Strategi Tempur
Adanya Program TMMD Reg di Kodim Klaten, Ini Harapan Pedagang Keliling di Desa Nanggulan
Kakek Sumarno Setiap Hari “Mainkan Cangkul” bantu Penyiapan Satgas TMMD Reg 113 
Pasang Umbul-umbul, Oh, Begini Cara Warga Nanggulan Untuk Menyambut TMMD

Follow Us

Recommended Posts

Aliansi LSM Kediri Dampingi Solikin Adukan Aksi Demo ke Satreskrim Polres Kediri Kota
Forkopimda Jatim Peringati Harkitnas ke 114
PDI Perjuangan Kab Kediri Gelar Senam SICITA Pecahkan Rekor MURI
Petani Kelapa Sawit Indonesia Terima Kasih ke Presiden Jokowi Karena Cabut Larangan Ekspor 
Forkopimda Jatim Bersama Elemen Masyarakat Madura Sepakat Brantas Narkoba